1. Penunjukan pengurus koperasi tidak didasarkan pada kompetensi yang tepat, hanya karena sang pengurus menduduki jabatan di kantor yang bersangkutan;
2. Pengurus koperasi merangkap jabatan struktural atau fungsional tertentu yang sudah sedemikian sibuknya mengurusi tugas rutin, sehingga tidak mempunyai waktu lagi untuk memikirkan kemajuan koperasi yang dikelolanya;
3. Pengelolaan koperasi tidak diarahkan sebagai lembaga bisnis murni yang ditujukan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, namun sekedar melayani anggotanya secara sekedarnya. Tidak ada keinginan pengurus koperasi untuk mencari sumber pembelian yang terbaik dan menjual dengan harga terbaik, yang pada akhirnya mendorong anggota untuk membeli di tempat lain yang lebih murah.
Database apa saja yang perlu dimiliki toko koperasi ?
1. Database anggota koperasi
2. Database simpanan dan pinjaman anggota
3. Database stock barang
4. Database penjualan
5. Database pembelian, konsinyasi, hutang, piutang toko
Bagaimana memajukan koperasi ?
1. merekrut pengurus yang kompeten
2. Meningkatkan daya tarik koperasi dan melakukan promosi
3. Menerapkan Good Corporate Governance sebagaimana diterapkan di perusahaan-perusahaan besar
4. Memperbaiki layout koperasi
5. Memperbaiki pola pembelian dan penjualan
Apa Kelemahan Koperasi Kita ?
Survey kecil-kecilan yang saya lakukan terhadap pegawai Inspektorat Jenderal yang notabene adalah anggota koperasi, membawa saya pada kesimpulan :
1. Tidak banyak pegawai yang merasakan manfaat toko koperasi
2. Harganya tidak murah, barang yang dijual tidak menarik, tidak lengkap, tidak membantu memperoleh barang yang dibutuhkan
3. Pelayanannya kurang responsif, kurang ramah, tidak mempunyai jadwal buka/tutup yang pasti (kadang mestinya buka, saat didatangi toko malah tutup)
